Langsung ke konten utama

Pesawat Dakota RI-001 Seulawah, Sumbangan Rakyat Aceh Untuk Indonesia

Loveaceh.com - Bila Anda berkunjung ke Kota Banda Aceh, singgahlah di Lapangan Blang Padang Banda Aceh yang terletak di pusat kota. Lapangan yang terletak di Kp. Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini paling digemari masyarakat Kota Banda Aceh.

Lapangan Blang Padang selain di gunakan warga sebagai tempat berwisata, olahraga, dan menikmati kuliner ini memiliki banyak nilai sejarah. Selain terdapat tugu peringatan tsunami, monumen Thank to The World, dan 53 monumen (prasasti) negara yang ikut membantu Aceh saat tsunami dan sebelum tsunami, di lapangan ini juga terdapat replika Pesawat Dakota RI-001 Seulawah.
Replika Pesawat Dakota RI-001 Seulawah
Pesawat Dakota RI-001 Seulawah adalah pesawat angkut pertama Indonesia yang sangat berjasa dalam mewujudkan kemerdekaan negeri ini. Bukti kecintaan dan sikap patriotisme rakyat Aceh terhadap republik Indonesia.


Seperti yang Loveaceh.com kutip dari Bandaacehtourism.com, pesawat ini diberi nama Seulawah atau gunung emas, merujuk pada nama gunung api di Aceh Besar ini, merupakan cikal bakal perusahaan berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama di nusantara, Indonesian Airways, yang sekarang dikenal dengan Garuda Indonesia.

Pesawat ini dibeli dari hasil sumbangan rakyat Aceh atas permintaan Soekarno yang datang khusus ke Aceh, medio Juni 1948. Dalam pertemuannya dengan Gubernur Militer, Abu Daud Beureueh di Hotel Aceh, samping Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Presiden RI pertama itu menangis, mengiba agar rakyat Aceh membantu dana pembelian pesawat.

Tujuannya untuk memperkuat pertahanan negara dan hubungan antar pulau, menembus blokade Belanda yang mulai menguasai sebagian besar nusantara menyusul agresi militer ke II Belanda. Pusat pemerintah Indonesia di Yogjakarta sendiri kala itu mulai dikuasai lagi Belanda.

“Saya tidak akan makan malam ini, kalau dana untuk itu tidak terkumpul,” kata Soekarno dalam pertemuan diselenggerakan Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (GASIDA) itu.

Ketua GASIDA, Muhammad Djuned Yusus yang hadir dalam forum, langsung menyanggupinya. Bersama Said Muhammad Daud Alhabsyi, ia memimpin Dakota Found, panitia penggalangan dana. Para saudagar menyumbangkan uang dan emas. Sementara rakyat biasa ikut mengumpulkan hasil pertanian dan peternakannya untuk disumbang ke panitia. Alhasil dalam dua hari terkumpul dana setara 20 kilogram emas atau 130 ribu dolar Singapura.

Versi lain menyebutkan, saat itu Daud Beureueh yang iba dengan Soekarno langsung memerintahkan langsung Abu Mansor, sekretarisnya untuk mengumpulkan sumbangan.

Menurut Pemerhati Sejarah Aceh, Abdurrahman Kaoy, saat itu Abu Mansor datang ke Pasar Atjeh memungut sumbangan dari warga yang berada di pasar tradisional samping Masjid Baiturrahman itu. “Mereka dengan ikhlas memberikan perhiasan, emas, dan segala barang berharganya untuk disumbangkan,” ujarnya.

Sebelum kembali ke Pulau Jawa membawa sumbangan rakyat Aceh, dalam pertemuan akbar dengan rakyat Aceh di Lapangan Blang Padang, Soekarno berorasi mengajak rakyat Aceh membantu perjuangannya.

“Aku meminta kepadamu hai pemuda-pemuda, pemudi-pemudi, ulama-ulama, saudara-saudara, anak-anakku dari angkatan perang, segenap pegawai, segenap rakyat jelata yang berkumpul di sini, di seluruh daerah Aceh, marilah kita terus berjuang,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Soekarno juga berpesan khusus kepada Daud Beureueh yang ia panggil Kakak, agar mengajak rakyat Aceh membantu perjuangan mengusir Belanda yang masih bercokol di berbagai daerah di nusantara.

“Saya minta bantuan Kakak agar rakyat Aceh turut mengambil bagian dalam perjuangan bersenjata yang sekarang sedang berkobar antara Indonesia dan Belanda, untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah kita proklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.”

“Saudara Presiden! Kami rakyat Aceh dengan segala senang hati dapat memenuhi permintaan Presiden asal saja perang yang akan kami kobarkan itu berupa perang sabil atau perang fisabilillah, perang untuk menegakkan agama Allah sehingga kalau ada di antara kami yang terbunuh dalam perang itu maka berarti mati syahid,” jawab Daud Beureueh.

“Kakak! Memang yang saya maksudkan adalah perang yang seperti telah dikobarkan oleh pahlawan-pahlawan Aceh yang terkenal seperti Teungku Cik Di Tiro dan lain-lain, yaitu perang yang tidak kenal mundur, perang yang bersemboyan merdeka atau syahid,” timpal Soekarno.

Sekembali ke Pulau Jawa, sumbangan terkumpul dari Aceh dipakai untuk membeli pesawat jenis Dakota DC-3 melalui Singapura pada Oktober 1948, oleh perwira penerbangan Wiweko Soepono yang akhirnya menjadi Direktur Utama garuda. Diberi registrasi RI-001 Seulawah, inilah pesawat angkut pertama milik Indonesia dan cikal bakal berdirinya Indonesian Airwasy yang saat itu berkantor di Burma (Myanmar), karena sebagian besar wilayah nusantara masih dikuasai Belanda.

Memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28,96 m, pesawat ini ditenagai dua mesin pratt & whitney berbobot 8,030 Kg. Mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346 Km per jam.

Pada awal beroperasi, RI-001 Seulawah menjadi penghubung Jawa dan Sumatera, mengangkut obat-obatan dari Burma dan India dengan menembus blokade-blokade Belanda. Burung besi ini juga berperan menyelundupkan senjata, amunisi dan perangkat komunikasi dari Burma ke Aceh, untuk logistik perang melawan Belanda. Dengan perangkat radio yang diselundupkan pesawat ini, dari Aceh disiarkan kabar ke penjuru dunia bahwa “Indonesia masih ada”.

Agar tak terdeteksi musuh, penerbangan di lakukan malam hari. Pesawat biasanya mendarat di Lapangan Udara Lhok Nga atau Blang Bintang, Aceh Besar. Begitu mendapat konfirmasi pendaratan, para pemuda Aceh membakar daun kepala kering sebagai tanda bahwa lokasi siap menerima landing. Siang harinya, tubuh pesawat ditutupi dengan daun dan rerumputan agar tak terlihat dari pengintaian udara Belanda.

Pesawat hasil sumbangan barang-barang pribadi rakyat Aceh ini selain digunakan Soekarno melawat ke berbagai daerah dalam di Sumatera dan Jawa untuk mendapat dukungan kemerdekaan RI, juga dipakai dalam menjalin diplomasi demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke berbagai Negara. RI-001 Seulawah ikut mengangkut tokoh-tokoh bangsa ke luar negeri untuk menjalin hubungan international dalam memperoleh dukungan kemerdekaan.

Ketika agresi Belanda memanas, pesawat RI-001 Seulawah sempat dilarang kembali ke Indonesia dan tertahan di Burma. Tahun 1949, RI-001 Seulawah kemudian disewa (carter) oleh Pemerintah Myanmar, dijadikan pesawat angkut negara itu. Inilah kali pertama RI-001 Seulawah dikomersilkan. Myanmar saat itu sedang menghadapi gejolak pemberontakan dalam negeri. Pesawat ini ikut dipakai dalam menjalankan berbagai misi operasi militer di negara tersebut.

Untuk mengenang jasa rakyat Aceh lewat sumbangan pesawat ini dalam membantu mewujudkan Indonesia, dibangun sebuah monumen replika Dakota RI-001 Seulawah di Lapangan Blang Padang. Peresmian monumen ini ditandai dengan penandatanganan prasasti pada 29 Juli 1984 oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Sukardi dan Hadi Tajeb, Gubernur Aceh saat itu.

Berikut isi prasasti tersebut yang berhasil Loveaceh.com catat beberapa hari yang lalu waktu mengunjungi Lapangan Blang Padang ini:

DENGAN RAHMAT ALLAH SUBHANAHU WA TA’ ALA

MONUMEN PERJUANGAN RI-001 “SEULAWAH” INI DIBANGUN SEBAGAI TANDA PENGHARGAAN YANG TULUS IKHLAS DARI TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA KEPADA RAKYAT ACEH DALAM RANGKA MENEGAKKAN DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 PADA MASA 1948-1950.

BANDA ACEH, 29 JULI 1984

KEPALA STAFF TNI ANGKATAN UDARA

-SUKARDI-

MARSEKAL TNI

GUBERNUR/KEPADA DAERAH ISTIMEWA ACEH

-H. HADI THAJEB-

Sedangkan di bawah badan pesawat, atau tepatnya di tiang penopang pesawat, Loveaceh.com juga melihat sebuah prasasti lagi yang menerangkan peranan Pesawat Dakota RI-001 Seulawah dalam perang kemerdekaan. Isinya sebagai berikut:

PERANAN PESAWAT DAKOTA RI-001 “SEULAWAH” DALAM PERANG KEMERDEKAAN

PESAWAT JENIS INILAH YANG DISUMBANGKAN OLEH RAKYAT ACEH, KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA PADA MASA PERJUANGAN KEMERDEKAAN DENGAN NOMOR RI. 001.

DENGAN PESAWAT INI BLOKADE BELANDA DAPAT DI TEROBOS DAN HUBUNGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DI YOGYAKARTA DENGAN DAERAH-DAERAH DI SUMATERA KHUSUSNYA ACEH DAPAT DIWUJUDKAN SEHINGGA MEMPERLANCAR JALANNYA RODA PEMERINTAHAN.

AGRESI MILITER BELANDA II PADA TAHUN 1948 MEMAKSA PESAWAT RI OO1 “SEULAWAH” BERPANGKALAN DAN BEROPERASI DI RANGOON BIRMA.

PERJUANGAN YANG DILAKUKAN SELAMA DI LUAR NEGERI ANTARA LAIN :
PENEROBOSAN PADA MALAM HARI TERHADAP BLOKADE BELANDA DENGAN MENGANGKUT SENJATA & MESIU KE PANGKALAN UDARA LHO’NGA
MENDIRIKAN “INDONESIAN AIRWAYS” DALAM MEMBANTU MEMBIAYAI PENGADAAN SENJATA & MESIU, PENGADAAN PESAWAT-PESAWAT C-47 DAKOTA RI-007 DAN RI-009, MEMBANTU MEMBIAYAI PERWAKILAN-PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI DAN PENDIDIKAN CALON PENERBANG SERTA TEKNISI AURI DI LUAR NEGERI
MELALUI PEMANCAR RADIO “INDONESIAN AIRWAYS” BERITA-BERITA PERJUANGAN DI TANAH AIR DITERUSKAN KEBEBERAPA PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI DAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA

PERJUANGAN RAKYAT ACEH DALAM PERJUANGAN MENEGAKKAN DAN MEMPERTAHANKAN NEGERA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG DIWUJUDKAN DENGAN SUMBANGAN PESAWAT INI MENCERMINKAN JIWA KEJUANGAN YANG PATUT DITAULADANI DAN DILESTARIKAN OLEH SELURUH RAKYAT INDONESIA SEPANJANG MASA.

UDEP SARE MATE SAHID

BANDA ACEH,

29 JULI 1984


Pesawat Dakota RI-001 Seulawah yang sudah menjadi monumen kini menjadi salah satu situs wisata sejarah di Banda Aceh. Bukti cinta rakyat Aceh kepada Ibu Pertiwi yang tetap kokoh berdiri walau sempat diterjang tsunami Aceh 2004 silam.

Nah, selain melihat Pesawat Dakota RI-001 Seulawah yang berada di Lapangan Blang Padang, jangan lupa mengunjungi tempat bersejarah lainnya di Kota Banda Aceh yang berdekatan dengan Lapangan Blang Padang, seperti Kerkhof Peutjut, dan Museum Tsunami Aceh.

Lihat juga: foto-foto Pesawat Dakota RI-001 Seulawah di Lapangan Blang Padang Banda Aceh.

Popular Posts

Download Lagu Daerah Aceh Bungong Jeumpa Dan Lirik

Loveaceh.com – Aceh adalah sebuah provinsi paling ujung barat Indonesia yang terkenal dengan sebutan Tanah Rencong dan Bumi Serambi Mekah. Ditambah konflik yang berkepanjangan, dan bencana tsunami Aceh 2004, Aceh pun menjadi pusat perhatian dunia dan semakin terkenal.
Aceh ternyata tidak hanya terkenal dengan para pejuang, konflik, dan tsunami. Selain kuliner nya yang kuat dan wisata alamnya yang cantik, Aceh juga terkenal dengan tarian dan lagu yang khas.

Lagu daerah Aceh Bungong Jeumpa seolah sudah tersebar ke pelosok dunia. Bila ada yang mengingat Bungong Jeumpa, pasti setiap orang akan mengingat Aceh.

Bungong Jeumpa kalau dalam bahasa Indonesia artinya “bunga cempaka”. Bunga yang berasal dari India ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Dulu bunga cempaka dengan baunya yang wangi dan khas banyak yang menanamnya di pekarangan rumah.

Namun, tumbuhan ini sangat jarang terlihat dan semakin langka. Jadi banyak generasi sekarang yang bertanya seperti apa “Bungong Jeumpa” itu.

Di Aceh, b…

Lirik Lagu Tari Saman Aceh Lengkap

Loveaceh.com - Tidak banyak teks atau buku yang memuat dan menulis lirik lagu tari saman. Para ahli budaya banyak mengatakan lirik lagu tari saman yang di mainkan tidak bersifat tetap, kecuali rengum.

Lirik lagu tari saman selalu berubah-ubah menurut tempat, waktu, dan keadaan di setiap pertunjukannya. Sehingga tidak ada lirik yang baku untuk tari saman.


Sebelum membahas lebih jelas tentang lirik lagu tari saman, tidak ada salahnya untuk mengetahui sejarah tari saman, dan lihat juga video tari saman yang loveaceh.com yakin dapat membuat Anda terpukau.

Lirik lagu tari saman pada mulanya bercerita tentang dakwah atau penyebaran agama Islam. Pada perkembangan sampai sekarang, lirik lagu tari saman terus bertambah dengan lirik lainnya, seperti tentang pertanian, pembangunan, ada-istiadat, muda-mudi, dan lain sebagainya. Berikut lirik lagu tari saman.

Lirik Lagu Tari Saman

Persalaman 1. Rengum/ Dering Hmm laila la ahoHmm laila la ahoHoya-hoya, sarre e hala lem hahallaLahoya hele lem hehelle le…

Resep Mie Aceh Asli Enak Dan Lezat

Loveaceh.com – Resep mie Aceh – Olahan makanan mie di seantero dunia ini sangat variatif dan beragam jenis. Semua negara mempunyai resep mie masing-masing, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri, aneka jenis mie ada, dan di setiap daerah pun punya sebutan sendiri untuk kuliner mie ini, seperti di Jawa ada mie Jawa, dan di Batam ada mie lendir, di Sulawesi ada mie kering, dan lainnya.
Lalu bagaimana dengan Provinsi Aceh? Nah, di Provinsi Aceh sendiri pastinya yang terkenal adalah mie Aceh. Mie Aceh adalah mie yang kaya akan bumbu dan sangat terasa kuat akan rempah-rempahnya, dan sangat berbeda dengan mie di daerah lain yang umumnya terasa agak manis.

Mie Aceh adalah mie kuning tebal. Selain seafood, irisan daging sapi, atau daging kambing, dan disajikan dalam sup sejenis kari yang pedas dan gurih. Mungkin alasan inilah yang membuat mie Aceh sangat enak dan lezat, dan dikenal tidak hanya di Aceh atau Nusantara saja, melainkan dikenal sampai mancanegara.

Mie Aceh umumnya ada dua…

Resep Sie Kameng, Gulai Kari Kambing Khas Aceh Yang Lezat Dan Nikmat

Loveaceh.com - Sie Kameng (daging kambing) atau di Nusantara lebih terkenal dengan sebutan kari kambing atau gulai kambing adalah makanan khas Aceh yang berasa sedap dan kental karinya. Dagingnya yang empuk dan di pandu dengan bumbu rempah yang begitu kaya dan kuat menjadikan Sie Kameng ini begitu digemari.
Bila Anda tak sabar, berikut resep kari kambing khas Aceh atau cara membuat kari kambing khas Aceh:

Resep Kuah Sie Kameng
Bahan utama yang di perlukan:
1 kg daging kambing bertulang, potong-potong5 sdm minyak untuk menumis4 butir bawang merah, iris tipis2 siung bawang putih, iris tipis500 g jeroan kambing yang sudah bersih, potong-potong2 batang serai, memarkan15 helai daun temurui/ salam koja*)1 1/2 L santan dari 1 1/2 butir kelapa
Bumbu halus:
15 buah (200 g) cabai merah kering ataui 20 buah cabai merah segar1 sdt garam7 butir bawang merah3 siung bawang putih1/2 sdm kunyit cincang1/2 sdm jahe cincang2 sdm ketumbar sangrai5 butir kemiri sangrai1 sdt jintan sangrai1 buah pekak sangrai1…

Resep Sie Reuboh Khas Aceh Besar Enak Dan Lezat

Loveaceh.com – Si Reuboh (daging rebus) bukan sekedar daging rebus biasa. Masakan khas Aceh Besar ini bisa bertahan sebulan lebih, dan tidak akan basi. Masakan berbahan daging sapi, kambing atau kerbau ini telah di wariskan turun-temurun dan wajib ada di meja makan di hari Meugang.


Cara membuat Sie Reuboh sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama, bumbu yang diperlukan tidak begitu banyak dan sederhana. Yang banyak digunakan adalah cabai, hal ini karena masyarakat Aceh sangat menyukai rasa pedas.



Bagi Anda yang ingin membuat sendiri makanan khas Aceh Besar ini dirumah, Loveaceh.com akan membagikan resep Sie Reuboh asli Aceh Besar khusus untuk Anda. Berikut resep Sie Reuboh Aceh Besar dan cara membuat Sie Reuboh khas Aceh Besar.

Resep Sie Reuboh Aceh Besar

Bahan-bahan yang diperlukan:
250 gr daging, potong²500 gr usus sapi/gapah, potong²½ sdt cabai bubuk½ sdt kunyit bubuk2 cm lengkuas memarkan½ sdt cuka aren1 sdt gula merah½ sdt garam1 buah jeruk nipis750 ml air Bumbu yang dihaluska…

Resep: Asam Keueng, Sayur Asam Pedas Khas Aceh

Loveaceh.com - Anda pencinta kuliner khas Nusantara dan suka keliling Indonesia untuk mencoba makanan Khas daerah tersebut? Dan terlebih lagi bila Anda suka masakan pedas dan asam, Anda patut berkunjung ke Aceh. Selain konflik dan Tsunami, Aceh terkenal dengan makanan khasnya yang terasa kuat akan bumbu dan rempahnya.

Dan bila iya Anda menyukai masakan pedas dan asam, Aceh memiliki masakan khas yang memiliki rasa pedas dan asam yang berbeda dengan masakan daerah lain, namanya "Asam Keueng" (asam pedas). Sesuai dengan namanya, masakan ini memiliki rasa yang pedas dan asam yang sangat kuat dan kental. Jadi sangat berasa di lidah Anda.
Masakan Asam Keueng atau Masam Keueng sangat terkenal di Aceh. Hampir semua rumah makan dan restoran menyajikan masakan khas Aceh ini. Selain itu, di setiap rumah warga, bila ditanya apakah pernah memasak Asam Keueng? Pasti semua ibu-ibu akan mengangguk kepala dan menjawab sering memasaknya untuk dimakan bersama keluarga.

Masyarakat Aceh pada umu…

Menikmati Sensasi Pemandian Air Panas Ie Suum Aceh Besar

Loveaceh.com - Sibuknya rutinitas sehari-hari pasti akan membuat tubuh Anda lelah. Di akhir pekan, saatnya mengobati lelah dan letih Anda. Alam yang masih asri bisa Anda jadikan obatnya. Anda bisa mencoba berendam di pemandian air panas Ie Suum, Aceh Besar.
Aceh Besar ternyata tidak hanya terkenal dengan pantai indah dan air terjunnya, ternyata juga ada pemandian air panas alami, Ie Suum (air panas) namanya. Pemandian air panas Ie Suum ini terletak di desa Ie Suum, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.


Dari Kota Banda Aceh, jaraknya sekitar 45 km dengan akses jalan yang sudah mulus. Sekitar 1 jam perjalanan, di akhir pekan, bising dan debu dari hilir mudiknya motor dan mobil di jalan satu jalur yang padat. Maklum, sepanjang jalan Banda Aceh - Krueng Raya banyak sekali tempat tujuan wisata.

Melewati Kota Banda Aceh, Anda akan menjumpai kawasan memancing Lamnga, wisata Ujong Batee, titik wisata Ruyung, Ladong, Pelabuhan Malahayati, sampai Pantai Pasir Putih Lhok Mee. Untuk menuj…

Yuk Ramaikan Sail Sabang 2017 "Sabang Sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional"

loveaceh.com - Sesuai dengan judul artikel ini, sebelum saya membahas tentang Sail Sabang, saya ingin tau dulu apakah Anda tau atau pernah mendengar kata "Sabang"? Atau lagu wajib nasional "Dari Sabang Sampai Merauke" diciptakan oleh R. Suharjo? Yang lirik lagu nya sebagai berikut:
Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia

Nah saya yakin setelah Anda membaca lirik lagu wajib nasional diatas Anda pasti akan terbayang kilometer 0 Indonesia yang paling ujung barat Indonesia adalah berada di Pulau Weh Sabang, serta yang paling timur Indonesia berada di Merauke Papua.


Serta bila Anda cari di Google, kilometer 0 Indonesia yang di Pulau Weh Sabang ini pasti akan muncul tugu yang tampak indah menjulang tinggi ke langit. Tugu inilah kilometer 0 Indonesia paling ujung barat Indonesia.

Tugu ini menjadi destinasi tempat wisata yang paling terk…

10 Akun Instagram Yang Wajib Anda Ikuti Bila Hendak Berwisata Ke Aceh

Loveaceh.com - Masalah mencari sumber inspirasi untuk berwisata kemana pasti setiap individu berbeda-beda mendapatkannya, ada yang menemukan di tv, di website-website travel, blog, dan di media cetak. Lalu Anda tergiur akan keindahan tempat tersebut dan segera memasukkan nya dalam list menu liburan akhir pekan atau akhir tahun Anda.
Nah di zaman yang serba maju seperti sekarang ini, pasti Anda memiliki ponsel pintar, dan mencari sumber inspirasi untuk mengisi liburan ke tempat apa pasti lebih memuaskan lagi dan mudah melalui aplikasi media sosial, sebut saja Instagram. Di antara banyak pilihan, Instagram salah satu yang paling populer. Bagaimana tidak, kami pun dalam membuat artikel di blog loveaceh.com ini juga berawal dari stalking di beberapa akun Instagam wisata populer di Aceh.

Lewat Instagram Anda bisa menikmati sederet foto-foto menakjubkan, foto yang indah, dan yang jarang di publiskasi di tv, koran, dan bahkan di situs perjalanan sekalipun. Foto-foto atau video yang ada di I…