Yuk Ramaikan Sail Sabang 2017 “Sabang Sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional”

Sail Sabang
Pulau Klah. Foto by: loveaceh.com/mustajib

loveaceh.com – Sesuai dengan judul artikel ini, sebelum saya membahas tentang Sail Sabang, apakah Anda tau atau pernah mendengar kata “Sabang”? Atau lagu wajib nasional “Dari Sabang Sampai Merauke” diciptakan oleh R. Suharjo? Yang lirik lagu nya sebagai berikut:

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau

Sambung menyambung menjadi satu

Itulah Indonesia

Indonesia tanah airku

Aku berjanji padamu

Menjunjung tanah airku

Tanah airku Indonesia

Nah saya yakin setelah Anda membaca lirik lagu diatas Anda pasti akan terbayang kilometer 0 Indonesia yang paling ujung barat Indonesia adalah berada di Pulau Weh Sabang, serta yang paling timur Indonesia berada di Merauke Papua.

Maps Aceh
Peta Aceh dan letak Sabang di lingkaran kotak warna merah. Foto by mapsofworld.com
Peta Sabang
Maps Pulau Weh Sabang. Bentuknya sangat unik ya, dan terdapat dua teluk besar sebagai pelabuhan.

Serta bila Anda cari di Google kilometer 0 Indonesia yang di Pulau Weh Sabang ini pasti akan muncul tugu yang tampak indah menjulang tinggi ke langit. Tugu inilah kilometer 0 Indonesia paling ujung barat Indonesia.

Tugu ini menjadi destinasi tempat wisata yang paling terkenal di Pulau Weh Sabang, serta paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Ke Sabang bila Anda tak singgah ke tugu ini Anda belum sah di anggap sudah ke Pulau Weh Sabang.

tugu 0 km indonesia
Tugu baru Kilometer Nol Indonesia yang telah di renovasi. Bentuknya sekarang sangat indah dan megah. Disini Anda bisa melihat indahnya hamparan lautan biru Samudera Hindia. Foto by iklantravel.com

Seperti yang saya kutip dari berbagai sumber, tugu nol kilometer Indonesia ini diresmikan pada tahun 1997 oleh Bapak Try Sutrisno, yang pada saat itu menjabat sebagai wakil presiden Republik Indonesia.

Di tugu km 0 Indonesia ini kita bisa melihat pemandangan laut biru indah sambil merasakan hembusan angin, plus matahari tenggelam di sore hari yang memanjakan mata.

Tapi Sabang tidak hanya terkenal dengan tugu 0 kilometernya saja, akan tetapi dari dulu Sabang sudah menjelma menjadi destinasi wisata bahari Indonesia yang menyajikan surga bawah lautnya. Ini sangat cocok bagi Anda yang suka menyelam dan snokeling, karena di bawah laut Pulau Weh Sabang ini Anda bisa melihat ratusan spesies ikan dan terumbu karang alami yang sangat cantik dan indah.

Sejarah Sabang

Seperti yang saya kutip dari berbagai sumber yang terpercaya lagi, saya akan membahas sedikit tentang sejarah Sabang. Nah bila Anda beranggapan bahwa Sabang adalah nama pulau, Anda salah besar. Karena Sabang adalah kota yang terletak di Pulau Weh. Jadi “Weh” itu adalah salah satu pulau yang berada di kawasan Kotamadya Sabang Aceh, dan Kotamadya Sabang sendiri berada di Pulau Weh ini.

Di kawasan Kotamadya Sabang tak hanya Pulau Weh saja. Banyak terdapat pulau besar kecil lainnya, seperti Pulau Rubiah, Pulau Klah, Pulau Seulako, dan Pulau Rondo. Dari 5 pulau tersebut Sabang dibagi menjadi dua kecamatan dan terdapat 72 desa serta jumlah penduduknya 26.000 jiwa.

Nah ada yang unik dari Sabang. Sabang ternyata berbatasan dengan tiga negara loh, yaitu Malaysia, Thailand dan India. Selain itu perairan Sabang menjadi tempat pertemuan Samudera Hindia dan Selat Malaka.

Saat malam hari bila langit sedang cerah, Anda bisa melihat lampu-lampu kapal dari kejauhan di lautan lepas sana. Sungguh pemandangan sangat indah di malam hari.

Sebelum perang dunia II, Pelabuhan Sabang menjadi pelabuhan terpenting dan sangat maju dibanding pelabuhan Singapura. Banyak kapal-kapal besar dari penjuru dunia singgah di pelabuhan Sabang yang akan melewati Selat Malaka.

Foto Sabang Tempo Dulu
Foto Sabang Tempo Dulu. Ini adalah foto di Teluk Sabang. Anda bisa melihat puluhan kapal api besar singgah dan gudang-gudang barang ekspor-impor. Sabang tempo dulu sangat maju.

Pada tahun 1920-an Sabang adalah tempat singgah terakhir calon jamaah haji Indonesia sebelum diberangkatkan dengan kapal laut ke tanah suci. Mereka di karantina dulu di Pulau Rubiah Sabang saat Belanda menguasai Sabang waktu itu.

Ternyata Pulau Rubiah adalah pulau yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Anda masih bisa menjumpai bangunan sisa dimana calon jamaah haji di karantina dulu disini.

Namun masa keemasan pelabuhan bebas Sabang berakhir pada tahun 1942 karena masuknya tentara Jepang saat perang dunia ke II. Saat itu negara matahari terbit ini menjadikan Sabang sebagai basis maritim angkatan laut Jepang. Setelah itu Sabang menjadi sasaran serangan pasukan sekutu, sejumlah fisik kota ini hancur. Dan Sabang pun terpaksa di tutup.

Setelah masa kemerdekaan Indonesia, Sabang dirintis kembali untuk dijadikan pelabuhan bebas lagi. Namun hal ini terwujud pada tahun 2000. Aktivitas Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang pun mulai berdenyut kembali setelah masuknya barang dan produk dari luar negeri ke Sabang.

Namun kembali terhenti saat Aceh dilanda konflik antara GAM dan TNI, serta saat itu pemerintah Indonesia memberlakukan status darurat militer bagi Aceh.

Setelah Tsunami Aceh 2004 ternyata membawa berkah bagi Aceh, yaitu GAM dan TNI berdamai pada tahun 2005. Ternyata dibalik musibah Tsunami terbesar di dunia itu membawa hikmahnya bagi Aceh.

Pelabuhan Bebas Sabang pun kembali dibuka, dengan tujuan mempercepat pembangunan ekonomi Aceh dengan luar negeri. Sejumlah objek wisata yang semulanya mati suri mulai diperkenalkan kembali oleh pemerintah Aceh dengan berbagai event-event wisata bertaraf Internasional yang di adakan di Sabang. Seperti Sail Sabang yang akan diadakan pada akhir bulan November dan awal Desember 2017 ini.

Asal Usul Nama Sabang dan Pulau Weh

Ada banyak versi parah ahli sejarah tentang asal usul nama Sabang, seperti dari kata “Saban” (bahasa Aceh), kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti “Sama“. Kata ini berasal dari karakter orang Sabang yang sangat ramah terhadap tamu.

Ada juga versi para ahli sejarah lain berpendapat bahwa nama Sabang berasal dari bahasa Arab ‘Shabag” artinya gunung meletus. Nah kalau nama Pulau Weh tersendiri berasal dari kata “Weh” (dalam bahasa Aceh), kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “Pisah“.

Menurut banyak cerita, Pulau Weh dengan daratan Aceh (Pulau Sumatera) dulunya menyatu, jadi karena adanya letusan gunung berapi pada zaman dulu membuat Pulau Weh terpisah dengan Pulau Sumatera.

Selain itu nama Weh ada juga yang mengatakan dari huruf “W” karena bila dilihat dari peta memang Pulau Weh berbentuk huruf W.

Nah bila Anda ingin berlibur ke suatu pulau, ingin menikmati alam indahnya, serta alam bawah laut nya yang begitu mempesona dengan ratusan spesies ikan serta terumbu karang yang cantik datanglah ke Sabang. Ya, datanglah ke Sabang Pulau Weh ini yang berada di paling ujung barat Indonesia.

Saya merekomendasikan Anda untuk datang ke Sabang pada akhir bulan November 2017 ini. Karena pada tanggal 28 Nov – 5 Des 2017 di Sabang akan diadakan event wisata terbesar berskala internasional, yaitu Sail Sabang 2017 yang bertema “Sabang Sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional.

Puncak acara akan diselenggarakan pada 2 Desember di Sabang Fair, Kota Sabang, dengan menampilkan atraksi seperti flying pass dan kompetisi deep dive di kedalaman lebih dari 50 meter. Pasti seru kan? Jadi jangan lewatkan Sail Sabang 2017 ini.

Tentang Sail Sabang 2017

Logo Sail Sabang 2017
Logo Sail Sabang 2017

Sail Sabang adalah event wisata internasional yang melibatkan empat kementerian, yaitu Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dinaungi langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Keempat kementerian tersebut bekerjasama dengan pemerintah dan Dinas Pariwisata Aceh bertujuan untuk mempromosikan Sabang sebagai wisata bahari kelas dunia, serta untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang sebagai kepulauan terdepan di Indonesia.

Patut diketahui, Sail Indonesia 2017 merupakan pagelaran internasional yang telah diadakan sejak tahun 2000. Kegiatan pelayaran atau sail ini awalnya dicetuskan pada Desember 2000 oleh Dr. Aji Sularso dari Kementerian Kelautan ketika itu, dan didukung oleh Kementerian Pariwisata, untuk membuat kelompok yang mengoordinasikan rally pelayaran kapal layar (yacht) dunia yang dimulai dari Darwin, Australia, untuk masuk ke wilayah perairan Indonesia dan singgah di Bali, NTT, Kepulauan Seribu, Batam, sebelum meneruskan pelayaran mereka ke Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Namun, acara tahunan tersebut sejak 2009 disesuaikan dengan nama daerah yang menjadi pusat tujuan utama atau puncak acaranya, seperti:

  • Sail Bunaken (2009)
  • Sail Banda (2010)
  • Sail Wakatobi-Belitong (2011)
  • Sail Morotai (2012)
  • Sail Komodo (2013)
  • Sail Rajampat (2014)
  • Sail Tomini (2015)
  • Sail Selat Karimata (2016) dan
  • Sail Sabang (2017)

Apa Saja Kegiatan di Sail Sabang 2017?

Sail Sabang 2017 akan di pusatkan di Teluk Sabang, tepatnya Terminal CT 3 BPKS Sabang. Nah nanti akan diisi berbagai atraksi dan kegiatan, diantaranya kedatangan KRI Bima Suci dan KRI Dewa Ruci, selanjutnya akan ada Internasional Yacht Rally, kehadiran Islamic Cruise yang membawa 2000 wisatawan muslim yang selanjutnya akan berkunjung ke Kota Banda Aceh.

kapal yacht
Kapan lagi menyaksikan rombongan parade kapal yacht yang indah begini kalau tidak di Sail Sabang 2017. Foto: Bali Yacht/James Campbell

Selain itu akan ada tarian massal, Sabang Wonderful Expo, Aceh Fun DiveJambore Iptek, Pentas Wonderful Sabang, Sabang Underwater Contes, festival kopi dan kuliner, lomba menulis blog, serta lomba memancing.

Nah yang paling seru lagi adalah adanya eksebisi paramotor, para kapal tradisional, Sendratari Keumalahayati, Aerobatic Show, serta city tour Sabang dan Kota Banda Aceh. Setelah itu para peserta akan diajak ke spot-spot menarik di Pulau Weh dan Kota Banda Aceh.

Menarik bukan? Jadi segeralah memutuskan untuk berlibur ke Sabang akhir bulan november ini. Dan kapan lagi menyaksikan event bertaraf internasional terbesar di tahun 2017 ini. Untuk lebih lengkap Anda bisa melihat di website Sail Sabang 2017.

Cara Menuju ke Sabang

Untuk menuju ke Sabang, budget yang harus Anda keluarkan tidak lah begitu besar. Banyak pilihan transportasi umum yang bisa Anda pilih, yaitu lewat udara, melalui kapal laut, dan bus.

Bila dari Jakarta Anda bisa mengambil penerbangan langsung ke Aceh. Harga tiket dari Jakarta ke Banda Aceh harga normal nya berkisar Rp. 600.000.

Anda bisa juga memilih penerbangan dari Jakarta ke Bandara Kuala Namu Medan. Selanjutnya Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh dengan menggunakan transportasi udara. Dari Bandara Kuala Namu Medan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda Kota Banda Aceh harga normal nya berkisar Rp. 300.000.

Nah bila memilih jalur darat dari Medan ke Banda Aceh, Anda bisa naik bus antar provinsi dari Medan ke Banda Aceh harganya di patok berkisar Rp. 200.000. Selanjutnya untuk menyebrang ke Pulau Weh Sabang Anda bisa naik kapal laut di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh.

Ada dua jenis kapal laut yang mesti Anda pilih, yaitu kapal cepat dan kapal lambat.

Berikut jadwal dan harga tiket untuk kapal cepat dan kapal lambat menuju Sabang dan sebaliknya:

Jadwal dan harga tiket kapal cepat lambat sabang
Jadwal kapal cepat dan kapal lambat (sumber jadwal: pantaikasih.com)
Jadwal dan harga tiket kapal cepat lambat sabang
Daftar harga tiket kapal lambat dan kapal cepat (sumber harga: pantaikasih.com)

* Harga tiket di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Dan jadwal keberangkatan juga dapat berubah menurut kondisi cuaca. Bila cuaca buruk frekuensi pelayaran dapat berkurang, bahkan kapal tidak beroperasi sama sekali.

Nah bila Anda membawa kendaraan roda dua atau roda empat, kapal cepat tidak bisa memuatnya, jadi Anda mesti memilih kapal lambat yang lebih besar dan bisa menampung mobil serta motor Anda.

Untuk jarak tempuh sendiri dengan menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh ke Pelanuhan Balohan Sabang sekitar 45 menit saja, serta bila menggunakan kapal lambat sekitar 1 – 2 jam.

Beginilah penampakan kapal lambat yang keluar di pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh dan berlayar ke Pelabuhan Balohan Pulau Weh.

kapal cepat Sabang
Kapal cepat menuju Sabang. Foto: loveaceh.com/mustajib
Kapal lambat
Suasana bongkar muat di atas kapal lambat di Pelabuhan Balohan Sabang. Foto: loveaceh.com/mustajib

Apakah ada penerbangan langsung ke Sabang?

Kabar gembira bagi Anda, jawabannya ada. Anda bisa ke Sabang langsung dari Bandara Kuala Namu Medan Sumatera Utara menuju Bandara Maimun Saleh Sabang dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Penerbangan via Garuda Indonesia setiap hari Jum’at dan Minggu. Jadwal keberangkatan Sabang – Medan pada pukul 10:40 dan tiba pukul 12:10. Untuk keberangkatan Medan – Sabang pada pukul 08:50 dan tiba pada pukul 10:10.

Patut diketahui juga, penerbangan ke Sabang dari Medan pertama kali resmi dibuka pada tanggal 6 februari 2015 lalu.

Penginapan di Sabang

Setelah sampai di suatu kota hal pertama yang wajib dilakukan oleh wisatawan adalah menuju ketempat penginapan atau hotel untuk sekedar beristirahat, mandi, menyimpan barang bawaan, dan lainnya.

Bila bila Anda berkeinginan ke Sabang ingin menyaksikan event Sabang Sail atau kapan pun mau ke Sabang, saya akan merekomendasikan beberapa penginapan murah, aman, bersih, dan dekat dengan pantai dengan pemandangan yang indah.

Berikut daftar penginapan di Sabang:

  • Casanemo – Jalan K.H. Agus Salim, Kel. Ie Maulee, Kec. Sukajaya, Sabang, Aceh. Tel : 081362999942. casanemo@yahoo.com – www.casanemo.com
  • Gapang Beach Resort – Jl. Pantai Gapang, Kelurahan Iboih, Sabang, Indonesia. gapangbeach.resort@gmail.com – Tel: 08 52 75 75 66 62 or 08 21 62 36 23 76 resortgapang.wordpress.com
  • Fina Bungalow – JL. KILOMETER 0 ,TEUPIN LAYEE, IBOIH SABANG PULAU WEH, TELP (06523324566) HANDPHONE (085262111366) E-MAIL :finabungalow@gmail.com
  • Nagoya Inn Sabang – Jalan Cut Meutia No.34, Kota Atas, Kuta Ateueh, Sukakarya, Kuta Ateueh, Sukakarya, Kota Sabang, Aceh – Telepon: +62 652 22311
  • The Pade Dive Resort – Alamat: JL. Balik Gunung, Gampong Iboih, Suka Karya, Weh Island, Sabang, 23518, Indonesia – Telepon: +62 652 3324500
  • Freddy Rousseau – Jl. K. Agus Salim, Ds Ie Meulee (Sumur Tiga) – 0813 6025 5001 – www.santai-sabang.com – sanitaisumurtiga@yahoo.com.au
  • Pulau Weh Dive Resort – Jalan KM 0 Sabang- Tel  +62 652 332 4919 – Email : admin@wehresort.com – Website : www.pulauwehresort.com
  • Iboh Inn – Alamat: Jl. Pantai Iboih, Iboih, Sukakarya, Kota Sabang, Aceh 24411, Indonesia – Telepon: +62 811-841-570 – www.iboihinn.com
  • Hotel Sabang Hill – Jln. Iskandar Muda Sabang hiLL Kebun Merica Kota Sabang Phone : (0652) 21999 Faxmilie : (0652) 22666 Website : www.sabanghill-aceh.com Email : Sabanghillaceh@yahoo.com
  • UK CC – Ujung Karang Sabang – Mobile: +62 81375908756 – email: ukcc.sabang@gmail.com – www.ukccsabang.com
  • Penginapan perdana – Jl. K. Agus Salim, Ds Ie Meulee (Sumur Tiga) – Tel: 0852 6207 1939
  • Hotel Kartika – Jl. Teuku Umar No. 17-19 Sabang- P. Weh – Tel: (0652) 22168
  • Panorama Seulako – Jln. Km Nol, Pulau Weh – Aceh – 0823 6921 6501
  • Bunda Bungalow – Jln. Km Nol Tepin Layeu- Iboh Tel: 0852 7748 7545

Nah itu dia beberapa penginapan yang ada di Sabang. Sebenarnya cukup banyak penginapan lainnya yang ada di Sabang yang tidak saya tulis di atas. Nanti akan saya update lagi, lengkap dengan foto penginapan nya dan fasilitas serta daftar harganya.

Tempat Wisata di Sabang

Kapanpun Anda ke Sabang selain untuk event Sail Sabang 2017, Anda patut mendatangi sejumlah destinasi wisata di Sabang yang cukup terkenal seperti tugu Kilometer Nol Indonesia, Pantai Iboh, Pulau Rubiah, Danau Aneuk Laut, Pantai Sumur Tiga, Air Terjun Pria Laut, Pantai Anoi Itam, Pantai Ujung Kareung, Benteng Jepang, Spot Bukit Klah, Sabang Hill, Pantai Kasih, Pantai Gapang, Pantai Tepi Layeu, Pantai Pasir Putih, Gua Sarang, Tugu I Love Sabang, dan Pulau Klah.

Sebenarnya masih banyak destinasi wisata di Pulau Weh Sabang yang tidak saya sebutkan di atas. Bahkan ada beberapa tempat wisata baru di Sabang yang belum begitu banyak diketahui oleh para wisatawan. Nanti akan saya update lagi beserta dengan foto-fotonya.

Kuliner Khas Sabang

Saat berada di Sabang Anda tak perlu takut kelaparan, karena di Pulau Weh banyak terdapat rumah makan, restoran, dan warung. Serta di sejumlah penginapan juga terdapat restoran yang menyediakan kuliner khas Sabang.

Berbicara masalah kuliner, pasti tiap daerah memiliki kuliner khas nya, begitupun dengan Pulau Weh. Karena di Pulau Weh tak hanya terkenal akan keindahan alam nya saja, sejumlah makanan khas Sabang siap menggoda Anda untuk menyantapnya.

Karena bila ke suatu daerah kurang lengkap rasanya bila tak mencicipi makanan khas daerah tersebut. Makanan khas Pulau Weh Sabang yang paling terkenal dan wajib Anda cicipi adalah:

  • Sate Gurita
  • Mie Jalak
  • Mie Pingsun
  • Mie Sedap, dan
  • Rujak.
Sate gurita sabang
Sate Gurita, kuliner khasnya Sabang Pulau Weh. Foto: getscoop.com

Selain kelima makanan diatas, apakah di Sabang terdapat kuliner khas Aceh lainnya? Di sejumlah rumah makan di Sabang juga menyajikan masakan khas Daerah Aceh lainnya, seperti Mie Aceh, Ayam Tangkap, Sie Kameng/Gulai Kambing, Asam Keueng, dan Gulai Pliek. Jadi tak perlu kuatir nanti kelaparan di Sabang ya.

Oleh-oleh dan Souvenir Khas Sabang

Setelah puas liburan dan menikmati keindahan alam Sabang, saat nya berburu oleh-oleh atau buah tangan khas Sabang untuk Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan dari Sabang atau Anda berikan untuk keluarga, kerabat, atau teman Anda.

souvenir Sabang
Kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Sabang di sekitar Pelabuhan Balohan Sabang. Ada kue, kaos, souvenir, dan lain-lain. Foto: loveaceh.com/mustajib

Dimana bisa dijumpai oleh-oleh khas Sabang?

Anda bisa mencari oleh-oleh khas Sabang di pusat kota, di kios-kios dekat pelabuhan Balohan, atau di sepanjang jalan perdagangan.

Untuk kuliner, makanan khas Sabang yang paling terkenal adalah bakpia Sabang, keripik, serta dodol jahe dan beraneka rasa lainnya. Selain itu Anda bisa berbelanja souvenir seperti kaos, gantungan kunci, stiker, tas, topi, dan kerajinan tangan lainnya.

Bila ingin souvernir berkualitas dan lebih unik lagi Anda bisa datang Piyoh Design, di Jalan Cut Mutia No.11, Kota Atas Sabang.

Keamanan di Sabang

Sabang itu terkenal dengan sebutan “Santai Banget”. Jadi kalau masalah keamanan di Sabang jangan diragukan, tentu sangat aman, nyaman serta santai banget.

Dibanding kota lain di Aceh, Sabang adalah kota paling minim terjadi kriminalitas dan gangguan keamanan.

Pernah dulu waktu saya pertama kali liburan ke Sabang bersama kawan-kawan. Saat itu kami bermalam dirumah teman, nah saya bingung mau menaruh dimana motornya, lalu teman saya berkata “Mus taruh saja motor nya di atas badan jalannya, kuncinya kalau enggak mau dicabut tak masalah, biar di atas motor saja, aman kok kalau di Sabang“, ujar Gunawan warga Sabang blogger dan juga penyiar radio RRI yang kini tinggal di Indrapuri.

Nah loh, sampai segitunya dia meyakinkan saya bahwa di Sabang itu sangat aman. Tapi saya tak menyarankan Anda untuk meninggalkan kunci kendaraan Anda. Resiko nya nanti bila terjadi sesuatu Anda tanggung sendiri.

Patut diketahui, Pemkot Sabang juga sangat memperhatikan masalah keamanan di sejumlah lokasi wisata dan terus meningkatkannya, agar setiap wisatawan yang berkunjung atau berlibur ke Sabang selalu aman dan nyaman.

Dulu saya pernah mendengar cerita orang Sabang bahwa saat terjadi konflik Aceh antara GAM dan TNI saat itu, di Sabang mereka pernah ngopi dan duduk satu meja sambil bercanda ria loh, padahal kalau di daratan Aceh mereka berperang. Nah kebayang kan bagaimana santainya di Sabang?

Selain itu ada satu lagi hal yang unik yang patut Anda ketahui juga tentang Sabang, yaitu bila Anda datang ke Kota Sabang Anda jangan kaget melihat toko-toko pada tutup di siang hari.

Ya, sekitar jam 12:30 WIB siang atau saat azan zuhur berkumandang semua pertokoan pada tutup, aktivitas perdagangan berhenti dan akan kembali buka setelah shalat ashar atau jam 16:00 WIB. Para pedagang memanfaatkan waktu tutup toko tersebut untuk beristirahat dan santai.

Bagaimana dengan rumah makan? Nah Anda tak perlu kuatir, karena rata-rata rumah makan di Kota Sabang banyak yang buka, jadi Anda tak perlu takut kelaparan.

Kenapa pada siang hari toko pada tutup, dan warganya pada beristirahat, serta jalanan pada sepi? Ternyata hal ini semua ada sejarahnya dan telah menjadi tradisi bagi warga Kota Sabang, jadi sulit untuk di ubah.

Sedikit Tips Liburan Ke Pulau Weh Sabang

  • Usahakan Ke Sabang antara hari senin – kamis, karena pada akhir pekan orang yang berlibur ke Sabang sangat banyak dan bikin sesak. Belum lagi harus antri beli tiket dan menaikkan kendaraan ke kapal.
  • Bila membawa kendaraan, datanglah lebih pagi dan langsung memarkirkan kendaraan Anda dekat pintu menuju kapal. Sambil menunggu pintu kapal dibuka, Anda bisa sarapan dulu atau membeli tiket nya.
  • Bagi Anda yang tak membawa kendaraan, sesampai di Sabang Anda bisa menyewa kendaraan kok, harganyapun cukup terjangkau yaitu untuk sepeda motor berkisar Rp. 100 ribu, dan untuk mobil berkisar Rp. 300 ribu perhari, tapi tergantung jenis mobil yang Anda sewa.
  • Bagaimana dengan pakaian? Bagi wanita, yang penting pakaian Anda sopan tak masalah.
  • Nah ada yang lupa, biaya untuk membuat sertifikat nol kilometer adalah Rp. 20 ribu.

Saya yakin pasti Anda sangat tertarik untuk segera berlibur ke Sabang kan? Sekalian bisa menyaksikan Event Internasional Sail Sabang 2017 yang bertema Sabang Sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional bila Anda datangnya pada akhir bulan November 2017, karena Sail Sabang diadakan pada tanggal 28 Nov – 5 Des 2017.

Sail Sabang adalah rangkaian dari Sail Indonesia 2017 yang tahun ini diadakan di Sabang. Jadi jangan lewatkan ya event internasional Sail Sabang 2017 ini.

Nah buruan masukkan Sabang dalam list daftar liburan Anda selanjutnya. Serta tulis hal apa yang ingin Anda lakukan ketika sudah di Sabang nanti dan ke tempat mana saja yang ingin Anda kunjungi di Pulau Weh Sabang di kolom komentar di bawah ini ya. Jangan lupa like dan share juga artikel ini. Terimakasih. Have a great holiday!

#SailSabang2017 #PesonaSailSabang2017

Komentar Anda